Minggu, 27 Februari 2022

CARA BELAJAR EFEKTIF DAN EFISIEN

 

CARA BELAJAR EFEKTIF DAN EFISIEN

 

Belajar adalah suatu aktivitas yang dilakukan secara sadar untuk mendapatkan sejumlah kesan dari bahan yang telah dipelajari ( Bari Djamarah, 1994: 21). Menurut James O. Wittaker belajar dapat didefinisikan sebagai proses dimana tingkah laku ditimbulkan atau diubah melalui latihan atau pengalaman. sedangkan menurut Cronbach belajar yang efektif adalah melalui penglaman. Dan menurut Howard L. Kingsley belajar adalah proses dimana tingkah laku (dalam arti luas) ditimbulkan atau diubah melalui praktek dan latihan (Dalyono, 2006: 104).

Belajar dikatakan sebagai suatu proses karena perubahan tingkah laku yang terjadi melalui suatu tahapan-tahapan yang pada akhirnya menjadi suatu hasil belajar. Misalnya: Seorang anak yang ingin dapat berjalan, maka ia mulai dilatih oleh orangtua, merangkak, berdiri,dituntun untuk mulai melangkah yang pada akhirnya si anak bisa mulai berdiri dan mulai sedikit demi sedikit melangkahkan kakinya dan kemudian ia mulai dapat berjalan dengan sempurna.

Demikian juga bila seorang siswa ingin mengetahui,dapat serta memahami sesuatu dengan baik maka ia harus melalui proses yang disebut proses belajar. Proses belajar akan menghasilkan perubahan yang bersifat “Intensional (disengaja)”,positif,aktif,efisien,efektif dan fungsional.

 

Faktor yang Mempengaruhi Hasil Belajar

Belajar itu merupakan aktivitas fisik dan mental yang tidak berdiri sendiri, tetapi keberhasilan belajar ditentukan oleh banyak faktor. Faktor-faktor itu bisa berasal dari dalam diri sendiri (faktor Internal) dan faktor dari luar (faktor eksternal). Faktor-faktor tersebut diantaranya :

 

a.       Kondisi internal

Kondisi ini adalah kondisi yang berasal dari dalam diri siswa yang meliputi :

1.   Fisik / Jasmaniah, artinya apabila secara umum kondisi seseorang apabila dikatakan sehat,maka akan mempengaruhi aktivitas dan hasil belajarnya. Misalnya : siswa kondisi sakit : secara tiba-tiba terjadi sakit kepala,sakit perut, siswa sedang menjalani perawatan operasi, amandel,jantung,paru-paru,kecelakaan lalu lintas sejenisnya

2.   Psikis / Kejiwaan, artinya apabila kondisi kejiwaan seseorang dalam belajar kurang stabil,maka akan mempengaruhi aktivitas belajar dan hasil belajarnya. Misalnya : Siswa diliputi rasa ketakutan, kecemasan, adanya konflik-konflik batin, diliputi rasa kekecewaan,serta gangguan psikis lainnya.

3.   Adanya Kemauan ( Niat ) yang muncul dari daalam diri individu. Dan kemauan atau niat tersebut benar-benar tulus. Maka akan mempengaruhi aktivitas belajar dan hasil belajarnya..Misalnya : Siswa niat belajar dengan sungguh-sungguh karena belajar/ sekolah itu merupakan suatu kebutuhan diri sendiri apabila ingin mencapai masa depan yang gemilang. Siswa juga berniat bahwa : “saya harus menjadi orang yang sukses dan berhasil dalam sekolah dan karir saya”. “Saya tidak boleh bermalas malasan dalam hidup ini, saya harus bekerja keras”.

4.   Kecerdasan ( IQ). Faktor kecerdasan (IQ) ini juga sangat mempengaruhi aktivitas dan hasil belajar seseorang. Seseorang yang dikategorikan mempunyai IQ Normal (100-110) menurut hasil psykhotes),maka ia disimpulkan akan mampu mengikuti belajar di sekolah-sekolah umum dengan lancar, selama ia tidak mengalami gangguan-gangguan lainnya.

Demikian juga apabila seseorang mempunyai kecerdasan dibawah normal, tentunya akanmempengaruhi aktivitas dan hasil belajar disekolah jika dibanding dengan seseorang yang berkecerdasan normal.

5.   Minat. Minat juga menentukan aktivitas dan hasil belajar seseorang. Minat adalah tertarik yang kuat terhadap obyek tertentu. Apabila seseorang dalam belajarnya sudah tidak mempunyai rasa ketertarikan yang kuat terhadap obyek yang dipelajari tentunya aktivitas dan hasil belajar yang dicapai juga tidak optimal. Demikian juga sebaliknya. Oleh karena itu perlu seseorang terus menerus untuk belajar mencintai,menyenangi suatu obyek belajar sehingga pada akhirnya mampu dengan seutuhnya tertarik yang kuat dan mencintai dengan setulus-tulusnya obyek belajar tersebut, yang pada akhirnya motivasi belajar semakin meningkat untuk mencapai keberhasilan dalam belajarnya.

6.   Motivasi. Motivasi adalah dorongan yang ada dalam diri seseorang untuk mencapai suatu hasil tertentu / suatu perbuatan. Motivasi bisa dikelompokkan menjadi dua, yaitu motivasi internal dan motivasi eksternal. Motivasi Internal adalah dorongan yang muncul dari dalam diri seseorang. Misalnya ; Belajar adalah suatu kebutuhan untuk masa depan, dan sejenisnya. Sedangkan motivasi eksterinsik adalah dorongan yang dilakukan oleh seseorang karena adanya faktor dari luar. Misalnya : Hadiah/Reward. Siswa akan dapat hadiah apabila nilai hasil belajarnya di atas 80. Kedua motivasi tersebut sudah dilaksanakan baik oleh orangtua,guru atau suatu lembaga. Alangkah baiknya seseorang memiliki motivasi internal yang kuat, sehingga aktivitas dan hasil belajar yang diharapkan dapat tercapai.

 

b.       Kondisi Eksternal

Kondisi eksternal meliputi kondisi lingkungan di mana siswa berada. Kondisi lingkungan adalah keadaan alam sekitar siswa yang mempengaruhi kegiatan belajarnya baik lingkungan personal maupun lingkungan-lingkungan material (sarana prasarana). Kondisi eksternal tersebut yaitu :

1.   Sarana dan Prasarana

Sarana prasarana penunjang keberhasilan belajar juga mempengaruhi aktivitas dan hasil belajar seseorang. Sarana dan prasarana ini juga bisa dari siswa dan dari lembaga pendidikan. Misalnya di rumah mempunyai sarana dan prasarana penunjang keberhasilan belajar, sedangkan di sekolah sarana dan prasarana penunjang belajar juga lengkap, maka kemungkinan untuk mencapai hasil belajar yang maksimal akan tercapai. Sarana dan prasarana belajar misalnya ; buku-buku paket, buku catatan,ruang laboratorium, komputer, laptop, conect internet (hotspot), dan sejenisnya

2.   Lingkungan Sekitar

Lingkungan dimana individu tinggal dan lingkungan bermain individu akan sangat mempengaruhi aktivitas dan hasil belajar. Apabila lingkungan sekitar sangat mendukung kemajuan individu,maka keberhasilan belajar dapat tercapai. Demikian juga sebaliknya, termasuk didalamnya adalah lingkungan bermain dan kelompok individu. Oleh sebab itu seseorang harus bijak dalam menyikapi dirinya untuk hidup bermasyarakat, artinya mampu memilih mana yang bermanfaat dan mana yang tidak.

 

 

 

 

 

 

Ada 3 hal yang mendukung terhadap cara belajar efektif diantaranya :

1.   Belajar Mandiri

Yaitu sebuah konsep pembelajaran atas inisiatif sendiri bukan belajar sendiri, kedua hal itu sangat berbeda artinya, yang benar adalah belajar atas inisiatif diri sendiri karena dengan begitu diri kita akan merasa teringat akan hal yang kita pelajari karena kita tertarik pada hal tersebut. Cara ini adalah cara paling efektif untuk belajar sehingga kita terus mengingatnya, tetapi cara ini juga sangat sulit karena butuh kemauan pada dirinya sendiri. Dan kemauan itu tumbuh dengan sendirinya karena kebiasaan diri orang tersebut.

2.   Media belajar

Media belajar adalah sebuah sarana kita yang akan membantu kita dalam belajar karena kita tinggal membaca dari media itu sehingga kita sudah tinggal memahami hal tersebut ini juga butuh kita cari sesuai yang akan kita pelajari. Bentuk sumber belajar banyak diantaranya ; buku, transparansi, film dengan topik tertentu, internet, dan sebagainya.

3.   Strategi atau cara belajar

Strategi belajar efektif sangat penting untuk mencapai presatasi belajar yang ingin dicapai.

Berikut adalah beberapa strategi dalam belajar supaya efektif dan efisein, diantaranya :

Strategi Belajar Efeketif dan Efisien

1.       Siapkan buku-buku materi pelajaran yang akan dipelajari dan kumpulkan dengan rapi di atas meja belajar.

2.       Mulailah pelajari buku paket atau buku catatan untuk jam  pertama dan seterusnya

3.       Jangan terlalu lama membaca buku pelajaran, uapayakan kira-kira 20 menit

4.       Pahami setiap alenia materi yang dipelajari

5.       Catat hal-hal yang penting dalam buku anda,jika belum dimengerti maka tanyakan pada guru atau teman yang mengerti

6.       Untuk pelajaran non eksakta ( yang tidak menggunakan rumus-rumus), cobalah sambil berbicara sendiri layaknya seorang guru ketika berdiri di depan kelas. Hal itu untuk menguji berapa persen anda menguasai materi yang baru dipelajari.

7.       Untuk pelajaran eksakta (menggunakan rumus-rumus), upayakan anda tulis rumus-rumus tersebut pada folio, karton manila dsb. Tempelkan/gantungkan pada tempat belajarmu atau di kamarmu agar sering terlihat dan mudah untuk mengingatnya

8.       Kerjakan latihan-latihan soal sebanyak-banyaknya dan catat temuan-temuan soal yang belum dimengerti untuk ditanyakan kepada teman atau guru yang mengerti

9.       Seringlah mendiskusikan atau menanyakan soal-soal atau materi pelajarnmu baik dengan teman maupun bapak/ibu guru

10.    Upayakan kelompok belajar kecil yang solid

 

Stevent R. Covey dalam bukunya berjudul Seven Habits of Highly Effective People, memaparkan tujuh langkah yang bisa Anda kembangkan untuk mendapatkan belajar yang efektif.

1)  Bertanggung jawab atas dirimu sendiri.

Merupakan tolok ukur sederhana Anda sudah berusaha menentukan sendiri prioritas, waktu, sumber-sumber terpercaya dalam mencapainya

2)  Pusatkan dirimu terhadap nilai dan prinsip yang kamu percaya.

Tentukan sendiri mana yang penting bagi dirimu.  Jangan biarkan teman atau orang lain mendikte kamu apa yang penting.

3)  Kerjakan dahulu mana yang penting.

Kerjakanlah dulu prioritas yang telah Anda tentukan sendiri. 

4)  Anggap dirimu berada dalam situasi "co-opetition" (Bukan situasi "win-win" lagi).

"Co-opetition" merupakan gabungan dari kata "cooperation" (kerja sama) dan "competition" (persaingan).  Jadi, selain sebagai teman yang membantu dalam belajar bersama, anggaplah dia sebagai sainganmu juga dalam kelas.  Dengan begini, Anda akan selalu terpacu untuk melakukan yang terbaik (do your best) di dalam kelas

5)  Pahami orang lain, maka mereka akan memahamimu.

Banyaklah belajar memahami orang lain, sehingga orang akan memahami Anda.

6)  Cari solusi yang lebih baik.

Bila Anda tidak mengerti bahan yang diajarkan pada hari ini, jangan hanya membaca ulang bahan tersebut.  Coba cara lainnya.  Misalnya, diskusikan bahan tersebut dengan guru, teman, kelompok belajar

7)  Tantang dirimu sendiri secara berkesinambungan.

Dengan cara ini, belajar akan terasa mengasyikkan, dan mungkin kamu mendapatkan ide-ide yang cemerlang.

Seseorang belajar dapat kita kategorikan seperti ini:
10% dari apa yang dibaca
20% dari apa yang didengar
30% dari apa yang dilihat
50% dari apa yang dilihat dan didengar

70% dari apa yang dikatakan
90% dari apa yang dilakukan

Senin, 07 Februari 2022

DAHSYATNYA KEUTAMAAN BERSYUKUR

 

DAHSYATNYA KEUTAMAAN BERSYUKUR

 

1.       Manfaat Bersyukur

Dalam kehidupan kita pasti pernah mangalami hal yang membuat kita bahagia dan kadang juga malah membuat kita merasa menjalani hidup adalah sebuah  penderitaan. Bersyukurlah atas kehidupan yang telah Allah berikan, kita masih diberi kesempatan untuk hidup bernafas bebas, panca indra yang sempurna.

Berikut manfaat bersyukur dalam kehidupan, diantaranya :

a.       Hidup dalam keberuntungan : Orang yang hidupnya bersyukur akan selalu berfikir positif didalam setiap hal yang menimpanya baik yang menyenangkan ataupun yang menyedihkan.

b.       Hidup dalam kebahagiaan : Orang yang bersyukur akan selalu merasa hidupnya penuh dengan kecukupan, oleh karena itu mereka selalu merasa bahagia karena yakin bahwa setiap apa yang dia peroleh itulah yang terbaik.

c.       Memiliki wibawa dimata orang lain : Orang yang berbahagia adalah orang yang hidupnya penuh dengan kebaikan, mereka memiliki wajah yang di hormati dan disayang oleh banyak orang karena wajah mereka dihiasi oleh wajah penuh syukur

d.       Terilihat lebih rupawan : Menurut para pakar psikologi orang yang bersyukur akan memiliki wajah yang selalu tersenyum menjalani hidup dan orang yang selalu tersenyum itu manambah kecantikan dan ketampanannya

e.       Awet muda dan umur panjang : Orang yang selalu bersyukur memiliki watak yang sabar, sedangkan orang yang sabar berdampak pada kesehatan dan awet muda karena otot wajah beraktifitas tidak terlalu banyak dibandingkan dengan orang yang memiliki watak pemarah. 

 

2.       Akibat dan Ancaman Jika Tidak Mau Bersyukur

Berikut akibat dan ancaman jika tidak mensyukuri nikmat, diantaranya :

a.       Hidup Menderita

Hidup rasanya selalu menjadi beban, iri dengan keberuntungan orang lain, dan enggan untuk berusaha lebih baik. Meraka yang tidak mau bersyukur hidupnya penuh dengan kesusahan,suka mengeluh dan menyelahkan takdir. 

b.       Hidup menjadi selalu sial

Penelitian membuktikan orang yang tidak bersyukur selalu memiliki sifat negatif pada diri sendiri (Pesimis) dan pada orang lain (buruk sangka). Orang yang berfikir negatif lebih banyak mendapat kesialan dari pada orang yang berfikir Positif.

 

 

c.       Mudah terserang penyakit

Pemarah, Pengiri dan berfikirnegatif adalah sifat dari orang yang tidak mau bersyukur dengan keadaan yang dia miliki. Meraka cenderung cuek dengan lingkungan dan diri sendri, akibatnya kekebalan tubuh.

d.       Di akhirat di siksa oleh tuhan

Allah berfirman :  "Dan jika kalian manusia mau bersyukur atas nikmat yang telah aku berikan kepada kalian makaniscaya aku akan menambah nikmat yang telah akuberikan kepada kalian, dan jika kalian kufur (tidak mau bersyukur) maka ketahuilah niscaya siksa ku itu pedih." ayat itu menjelaskan bahwa orang yang tidak mau bersyukur atau kufur atas nikmat allah bahwa  siksaan yang pedih akan menimpa pada dirinya kelak ketika di akhirat.

 

3.       Sebab-sebab kurang bersyukur :

Berikut sebab-sebab yang menjadikan manusia kurang bersyukur :

a.       Lalai dari nikmat Allah.

Sesungguhnya banyak manusia yang hidup dalam kenikmatan yang besar, baik nikmat yang umum maupun khusus. Akan tetapi dia lalai darinya.

b.       Kebodohan terhadap hakikat nikmat

Sebagian orang tidak mengetahui nikmat, tidak mengenal dan tidak memahami hakikat nikmat. Dia tidak tahu bahwa dirinya berada dalam kenikmatan, karena dia tidak mengetahui hakikat nikmat.

c.       Pandangan sebagian manusia kepada orang yang berada di atasnya

Jika seorang manusia melihat kepada orang yang diatasnya, yaitu orang-orang yang diberi kelebihan atasnya, dia akan meremehkan karunia yang Allah berikan kepadanya. Sehingga dia pun kurang dalam melaksanakan kewajiban syukur. Karena dia melihat apa yang diberikannya adalah sedikit.

d.       Melupakan masa lalu

Di antara manusia ada yang pernah melewati kehidupan yang menyusahkan dan sempit. Dia hidup pada masa-masa yang menegangkan dan penuh rasa takut, baik dalam masalah harta, penghidupan atau tempat tinggal. Dan tatkala Allah memberikan kenikmatan dan karunia kepadanya, dia enggan untuk membandingkan antara masa lalunya dengan kehidupannya sekarang agar menjadi jelas baginya karunia Robb atasnya.

Minggu, 16 Januari 2022

STOP BULLYING

 STOP BULLYING

Pengertian Bulliying

Bullying adalah salah satu bentuk dari perilaku agresi dengan kekuatan dominan pada perilaku yang dilakukan secara berulang-ulang dengan tujuan mengganggu anak lain atau korban yang lebih lemah darinya. Victorian Departement of Education and Early Chilhood Development mendefinisikan bullying terjadi jika seseorang atau sekelompok orang mengganggu atau mengancam keselamatan dan kesehatan seseorang baik secara fisik maupun psokologis, mengancam properti, reputasi atau penerimaan sosial seseorang serta dilakukan secara berulang dan terus menerus.Terdapat beberapa jenis-jenis bullyinhg. Bullying dapat berbentuk tindakan fisik dan verbal yang dilakukan secara langsung maupun tidak langsung.

Barbara Coloroso (2006:47-50) membagi jenis-jenis bullying kedalam empat jenis, yaitu sebagai berikut:

1.       Bullying secara verbal; perilaku ini dapat berupa julukan nama, celaan, fitnah, kritikan kejam, penghinaan, pernyataan-pernyataan yang bernuansa ajakan seksual atau pelecehan seksual, terror, surat-surat yang mengintimidasi, tuduhan-tuduhan yang tidak benar kasak-kusuk yang keji dan keliru, gosip dan sebagainya. Dari ketiga jenis bullying, bullying dalam bentuk verbal adalah salah satu jenis yang paling mudah dilakukan dan bullying bentuk verbal akan menjadi awal dari perilaku bullying yang lainnya serta dapat menjadi langkah pertama menuju pada kekerasan yang lebih lanjut.

2.       Bullying secara fisik; yang termasuk dalam jenis ini ialah memukuli, menendang, menampar, mencekik, menggigit, mencakar, meludahi, dan merusak serta menghancurkan barang-barang milik anak yang tertindas. Kendati bullying jenis ini adalah yang paling tampak dan mudah untuk diidentifikasi, namun kejadian bullying secara fisik tidak sebanyak bullying dalam bentuk lain. Remaja yang secara teratur melakukan bullying dalam bentuk fisik kerap merupakan remaja yang paling bermasalah dan cenderung akan beralih pada tindakan-tindakan kriminal yang lebih lanjut.

3.       Bullying secara relasional atau sosial; adalah pelemahan harga diri korban secara sistematis melalui pengabaian, pengucilan atau penghindaran. Perilaku ini dapat mencakup sikap-sikap yang tersembunyi seperti pandangan yang agresif, lirikan mata, helaan nafas, cibiran, tawa mengejek dan bahasa tubuh yang mengejek. Bullying dalam bentuk ini cenderung perilaku bullying yang paling sulit dideteksi dari luar..

4.       Bullying elektronik / cyber ; merupakan bentuk perilaku bullying yang dilakukan pelakunya melalui sarana elektronik seperti komputer, handphone, internet, website, chatting room, e-mail, SMS dan sebagainya. Biasanya ditujukan untuk meneror korban dengan menggunakan tulisan, animasi, gambar dan rekaman video atau film yang sifatnya mengintimidasi, menyakiti atau menyudutkan.

 

 

 

Sebab-sebab Munculnya perilaku Bullying

1.       Bullying terjadi karena tradisi turun temurun dari senior

2.       Keinginan untuk balas dendam karena dulu pernah mendapatkan perlakuan yang sama .

3.       Perasaan ingin menunjukkan kekuasaan dan kekuatan (superior)

4.       Kecewa  karena orang lain tidak berperilaku sesuai dengan yang diharapkan.

5.       Dorongan untuk mendapatkan kepuasan

6.       Dianggap  menghina atau mengganggu  kelompok tertentu (gank)

 

Dampak negative bullying bagi orang yang menjadi korban

1.       Terganggu fisiknya seperti cedera, terluka, sakit, dan sebagainya’

2.       Tertekan psikisnya (kejiwaannya) seperti takut, cemas, rasa tidak nyaman, resah, tertekan dan gejala tekanan psikis lain.

3.       Pergaulan social terganggu, seperti minder, menyendiri, grogi, pendiam dan tertutup.

4.       Terganggu prestasi belajarnya seperti nilai jelek, tidak konsentrasi belajar, lupa mengerjakan tugas, sampai menurunnya rangking atau tidak naik kelas.

 

Bagaimana Mencegah dan Melawan Bullying

Untuk mencegah agar kita tidak menjadi korban tindakan bullying anatara lain yang dapat kita lakukan adalah :

1.       Hindari membawa atau memakai  barang-barang mahal atau uang yang berlebihan

2.       Jangan sendirian terutama di tempat sepi

3.       Hindari cari gara-gara dengan pelaku bullying

4.       Jangan  berada di dekat dengan oarang yang suka melakukan tindakan bullying atau berada di sekitar  mereka

5.       Kenali dan perhatikan  pelaku bullying

6.       Jangan ikut-kutan  melakukan tindakan bullying dalam bentuk apapun.

7.       Ikut berperan aktif menyuarakan “Stop Bulliyng”

 

Sedangkan Untuk melawan pelaku bullying kita dapat mengambil sikap sebagai berikut :

1.       Jadilah orang yang percaya diri dan tunjukan ketahanan diri bahwa kita tidak mau mengganggu dan diganggu.

2.       Bersikap  tenang saat ada yang mengganggujangan biarkan emosi terpancing

3.       Jika melihat ada tenman yang menjadi korban, maka tolonglah korban dan laporkan

4.       Lakukan perlawanan diikuti dengan berteriak, lari atau tindakan apapun sambil mencari pertolongan

Catatlah tempat, orang-orang yang terlibat dan jenis gangguan yang mereka lakukan, laporkan pada orang tua, guru atau pihak berwajib.

Senin, 03 Januari 2022

CITA-CITAKU

 CITA-CITA KU

 

Cita-cita merupakan sebuah keinginan yang sempurna untuk dicapai atau dilaksanakan. Memiliki cita-cita dalam hidup merupakan hal yang penting bagi anak karena dengan memiliki cita-cita anak akan mengetahui gambaran hidup masa depan yang akan dijalankan.

 

A.  Pengertian Bakat dan Minat

    

1.   Bakat

Bakat Adalah Potensi Yang Dimiliki Oleh Seseorang Sejak Lahir. Jadi, Bakat Adalah Potensi Bawaan Seseorang Ya. Berkat Bakat Ini, Seseorang Dapat Mempelajari Sesuatu Dalam Lebih Cepat Dibandingkan Dengan Orang Lain Dan Dengan Hasil Yang Jauh Lebih Baik. Contoh, Bakat Menari, Bakat Menulis, Bakat Menyanyi, Bakat Menari, Dan Lain Sebagainya.

Jenis-Jenis Bakat

·       Bakat Umum : Kemampuan Dasar Yang Bersifat Umum, Alias Dimiliki Oleh Setiap Orang. Contoh, Bakat Berbicara, Berjalan, Dan Bergerak.

·       Bakat Khusus : Potensi Khusus Yang Hanya Dimiliki Oleh Segelintir Orang. Tidak Semua Orang Memiliki Bakat Khusus Ini, Jadi Bakat Khusus Ini Cukup Jarang Ditemukan. Seseorang Yang Memiliki Bakat Khusus Biasanya Akan Lebih Menonjol Dibandingkan Orang Lain Dalam Suatu Aspek.

 

Contoh Bakat Khusus:

  • Bakat verbal : orang yang memiliki potensi dalam menyampaikan kata-kata. Biasanya, orang ini pandai berbicara. Contoh, bakat untuk berpidato, story telling, dan bernyanyi.
  • Bakat numerikal : Potensi khusus dalam bidang angka-angka (numerik). Orang yang memiliki bakat khusus ini pandai berhitung. Pekerjaan yang cocok : matematikawan dan akuntan.
  • Bakat skolastik : Kombinasi logika (kata-kata) dan angka, alias kata-katanya berhubungan dengan logika dan angka. Orang dengan bakat skolastik ini memiliki kemampuan nalar, pengurutan, kerangka berpikir sebab-akibat, kemampuan menciptakan hipotesis, pencarian pola numerik yang baik serta memiliki pandangan hidup yang sifatnya rasional. Bakat ini kerap dimiliki oleh seorang akuntan, ilmuwan, dokter, dan programer
  • Bakat abstrak : bakat yang berbentuk pola, diagram, rancangan, ukuran-ukuran, bentuk-bentuk serta posisinya. Orang dengan bakat ini cocok untuk menjadi seorang designer.

·        Bakat Mekanik : Potensi Yang Berhubungan Dengan Prinsip-Prinsip Mekanik, Ilmu IPA, Dan Cara Kerja Suatu Mesin. Jika Kamu Memiliki Bakat Ini, Kamu Bisa Menjadi Seorang Peneliti, , Atau Pekerja Dalam Bidang Otomotif.

  • Bakat spasial atau relasi ruang : Bakat yang berhubungan dengan aspek spasial seseorang yang meliputi kemampuan analisa ruang dan visualisasi. Jenis bakat yang biasanya dimiliki oleh seorang fotografer, artis, dan arsitek.
  • Bakat kecepatan ketelitian klerikal : Bakat yang berhubungan dengan potensi tulis-menulis, ramu-meramu di laboratorium, dan sejenisnya.
  • Bakat bahasa (linguistik) : Potensi penalaran analitis bahasa. Biasanya orang yang memiliki bakat ini akan menjadi seorang ahli sastra. Jika kamu memiliki  bakat ini, maka kamu cocok menjadi seorang jurnalis, editor, bekerja dalam bidang hukum dan pemasaran, dan stenografi.

 

2.                                                Minat

Minat Dapat Diartikan Sebagai Ketertarikan Seseorang Pada Sesuatu. Minat Ini Mengarahkan Seseorang Untuk Tetap Fokus Dan Menggeluti Suatu Bidang Tanpa Rasa Keterpaksaan. Orang Tersebut Akan Melakukan Hal Yang Diminatinya Dengan Rasa Senang Dan Puas. Minat Juga Merupakan Pengembangan Dalam Mencampurkan Seluruh Kemampuan Yang Ada Untuk Mengarahkan Individu Pada Suatu Kegiatan Yang Disukainya.

Jenis-Jenis Minat

  • Minat Vokasional: Minat yang berhubungan dengan bidang-bidang pekerjaan tertentu. Contoh, minat akuntansi, minat mekanik, minat keilmuan, dan minat atletik.
  • Minat Avokasional: Minat yang berhubungan dengan suatu kegiatan untuk memperoleh kepuasan. Jenis minat ini adalah minat yang dilakukan berdasarkan hobi. Contoh, minat dalam bidang seni, kuliner, dunia hiburan, dan petualangan.

Perbedaan Minat dan Bakat

Dari Kedua Pengertian, Jenis, Dan Contoh Diatas Kita Dapat Mengambil Kesimpulan Tentang Beberapa Perbedaan Antara Minat Dan Bakat. Diantaranya:

  • Bakat adalah potensi bawaan yang dimiliki oleh seseorang. Minat sendiri merupakan ketertarikan seseorang terhadap suatu bidang atau aktivitas.
  • Bakat tidak bisa dilihat hanya dari ketertarikan atau minat seseorang terhadap sesuatu saja. Melainkan dilihat dari kemampuannya dalam melakukan hal tersebut. Orang yang berminat pada suatu bidang belum tentu juga berbakat dalam bidang tersebut.
  • Bakat tidak memerlukan stimulus atau rangsangan tertentu lantaran merupakan potensi dalam diri seseorang. Seseorang dengan bakat khusus tidak perlu mempelajarinya secara intens, namun kamu tetap perlu mengasah dan mengembangkannya. Sementara itu, minat membutuhkan stimulus yang kuat agar bisa mencapai hasil terbaik.

Jika Kamu Hanya Memiliki Minat Tanpa Bakat Khusus, Maka Kamu Harus Berusaha Dengan Lebih Keras Lagi. Meskipun Begitu, Kamu Juga Bisa Sukses Dalam Bidang Yang Kamu Minati Meskipun Kamu Tidak Terlalu Berbakat Dalam Bidang Tersebut. Asalkan Kamu Terus Berusaha, Berlatih, Dan Konsisten.

Kesimpulan

Minat Dan Bakat Adalah 2 Hal Yang Berbeda. Meskipun Begitu, Keduanya Memiliki Hubungan Yang Erat. Bakat Yang Didukung Dengan Minat Atau Sebaliknya Merupakan Kombinasi Terbaik Untuk Meraih Kesuksesan Dalam Suatu Bidang. Bakat Memerlukan Minat Agar Lebih Berkembang Dan Minat Memerlukan Bakat Agar Hasilnya Makin Maksimal.

              Keduanya Sama-Sama Penting Agar Kamu Bisa Meraih Kesuksesan Dalam Suatu Bidang. Contoh, Kamu              Memiliki Bakat Khusus Untuk Menyanyi. Kamu Juga Berminat Dalam Dunia Tarik Suara, Dengan Begitu Ketertarikanmu Yang Didukung Dengan Potensi Akan Membawamu Menjadi Seorang Penyanyi Yang        Hebat.