Senin, 25 April 2022
Minggu, 10 April 2022
BAHAYA NARKOBA DAN DAMPKANYA
BAHAYA NARKOBA DAN DAMPKANYA
APAKAH NARKOBA
ITU…?
Narkoba
singkatan dari Narkotika, Psikotropika dan Bahan Adiktif. Nama lainya adalah
NAPZA, merupakan singkatan dari Narkotika Psikotropika dan Zat adiktif. Yang di
maksud Narkotika adalah zat atau obat yang dapat menyebabkan penurunan
kesadaran dan mengurangi rasa nyeri dan menyebabkan ketergantungan.
Psikotropika
adalah zat atau obat yang bersifat psikoaktif mempengaruhi susunan syaraf pusat
menyebabkan perubahan pada perilaku dan juga menyebabkan keterhgantungan.
Sedangkan bahan adiktif adalah zat atau obat bukan narkotika atau psikotropika
tetapi berpengaruh buruk pada kerja otak.
Ada berbagai faktor yang melatarbelakangi
seseorang mengunakan narkoba. Alasannya berbeda-beda, namun pada umumnya
merupakan interaksi beberapa faktor resiko yang mendukung, yaitu faktor
individu dan lingkungan.
· Individu :
kurang percaya diri, kurang tekun dan cepat merasa bosan atau jenuh, rasa ingin
tahu dan ingin mencoba, mengalami depresi atau cemas, atau memiliki persepsi
hidup yang tidak realistis. Mereka percaya bahwa narkoba dapat mengatasi semua
persoalan, atau memperoleh kenikmatan, atau menghilangkan kecemasan, gelisah,
takut, dan sebagainya.
· Lingkungan : perubahan dalam struktur social, besarnya pengaruh teman , besarnya pengaruh
teman, migrasi dari desa ke kota untuk
mencari pekerjaan dan kehidupan yang lebih baik merupakan penyebab bertambahnya
adiksi obat di antara orang muda di kota besar seperti Jakarta. kurangnya
pendidikan dan keterampilan (skill) dan , kurangnya penghayatan kehidupan beragama
dalam keluarga mau pun pribadi
JENIS-JENIS NARKOBA
·
OPIAT atau Opium (candu)
Merupakan golongan Narkotika
alami yang sering digunakan dengan cara dihisap (inhalasi).
· Morfin
Merupakan zat aktif
(narkotika) yang diperoleh dari candu melalui pengolahan secara kimia. Umumnya
candu mengandung 10% morfin. Cara pemakaiannya disuntik di bawah kulit, ke
dalam otot atau pembuluh darah (intravena)
· Heroin/Putaw
Merupakan golongan narkotika
semisintetis yang dihasilkan atas pengolahan morfin secara kimiawi melalui 4
tahapan sehingga diperoleh heroin paling murni berkadar 80% hingga 99%. Heroin
murni berbentuk bubuk putih sedangkan heroin tidak murni berwarna putih keabuan
(street heroin). sangat mudah menembus otak sehingga bereaksi lebih kuat dari
pada morfin itu sendiri. Umumnya digunakan dengan cara disuntik atau dihisap.
Timbul rasa kesibukan yang sangat cepat/rushing sensastion (± 30-60 detik)
diikuti rasa menyenangkan seperti mimpi yang penuh kedamaian dan kepuasan atau
ketenangan hati (euforia). Ingin selalu menyendiri untuk menikmatinya.
· Ganja/ Kanabis
Berasal dari tanaman kanabis
sativa dan kanabis indica. Pada tanaman ini terkandung 3 zat utama yaitu
tetrahidrokanabinol, kanabinol dan kanabidiol. Cara penggunaannya dihisap
dengan cara dipadatkan menyerupai rokok atau dengan menggunakan pipa rokok.
·
LSD
atau lysergic acid atau acid, trips, tabs
Termasuksebagaigolonganhalusinogen (membuatkhayalan) yang
biasadiperolehdalambentukkertasberukurankotakkecilsebesar ¼
perangkodalambanyakwarnadangambar.Ada juga yang berbentukpilataukapsul. Cara
menggunakannyadenganmeletakkan LSD padapermukaanlidahdanbereaksisetelah 30-60
menitkemudiandanberakhirsetelah 8-12 jam.
·
Kokain
Mempunyai 2 bentukyaknibentukasam (kokainhidroklorida)
danbentukbasa (free base).Kokainasamberupakristalputih, rasa
sedikitpahitdanlebihmudahlarutdibandingbentukbasabebas yang
tidakberbaudanrasanyapahit. Namajalanankadangdisebutkoka, coke, happy dust,
snow, charlie, srepet, salju, putih.
Disalahgunakandengancaramenghirupyaitumembagisetumpukkokainmenjadibeberapabagianberbarislurus
di ataspermukaankacadanbenda yang mempunyaipermukaandatar.
Kemudiandihirupdenganmenggunakanpenyedotataugulungankertas. Cara
lainadalahdibakarbersamatembakau yang seringdisebutcocopuff.
Menghirupkokainberisikolukapadasekitarlubanghidungbagiandalam.
·
AMFETAMIN
amfetamin adalah D-pseudo epinefrin yang pertama kali disintesis
pada tahun 1887 dan dipasarkan tahun 1932 sebagai pengurang sumbatan hidung
(dekongestan). Berupa bubuk warna putih dan keabu-abuan. Ada 2 jenis amfetamin yaitu
MDMA (metil dioksi metamfetamin) dikenal dengan nama ectacy. Nama lain fantacy
pils, inex. Metamfetamin bekerja lebih lama dibanding MDMA (dapat mencapai 12
jam) dan efek halusinasinya lebih kuat. Nama lainnya shabu, SS, ice. Cara
penggunaan dalam bentuk pil diminum. Dalam bentuk kristal dibakar dengan
menggunakan kertas alumunium foil dan asapnya dihisap melalui hidung, atau
dibakar dengan memakai botol kaca yang dirancang khusus (bong). Dalam bentuk
kristal yang dilarutkan dapat juga melalui suntikan ke dalam pembuluh darah
(intravena).
· ALKOHOL
Merupakansuatuzat yang paling
seringdisalahgunakanmanusia.Alkoholdiperolehatasperagian/fermentasimadu, gula,
sari buahatauumbi-umbian. Dari peragiantersebutdapatdiperolehalkoholsampai 15%
tetapidengan proses penyulingan (destilasi) dapatdihasilkankadaralkohol yang
lebihtinggibahkanmencapai 100%. Kadar alkoholdalamdarahmaksimumdicapai 30-90
menit.Setelahdiserap,
alkohol/etanoldisebarluaskankesuluruhjaringandancairantubuh.Denganpeningkatankadaralkoholdalamdarah
orang akanmenjadieuforia, namundenganpenurunannya orang tersebutmenjadidepresi.
Dikenal 3 golonganminumanberakoholyaitugolongan A; kadaretanol 1%-5% (bir),
golongan B; kadaretanol 5%-20% (minumananggur/wine) dangolongan C; kadaretanol
20%-45% (Whiskey, Vodca, TKW, Manson House, Johny Walker, Kamput).
DAMPAK NEGATIF NARKOBA
v Dampak negatif terhadap fisik
1.
Kerusakan organ spt : otak, jantung ,paru-2,hati,
ginjal, dll
2.
Gejala putus obat/sakauw
3.
Tertular penyakit berbahaya
(hepatitis- hiv)
v Dampak negatif
terhadap psikis : Cemas / takut , Halusinasi , agresif , mudah curiga , menutup diri , mudah tersinggung , acuh, dll
v Dampaknegatifterhadapkehidupan social : Membolos, Berbohong, Prestasimenurun, Mencuri, Merampok, MengganggukestabilanPekerjaan, dll
v Dampak Ekonomi
1.
Narkoba mahal,uang terbuang
percuma, jika sudah kecanduan biaya perawatan mahal, pada akhirnya bisa
bangkrut.
2.
Orang yang sudah kecanduan narkoba
kinerjanya tidak akan bagus lagi, sehingga kemungkinan akan di pecat atau PHK
sehingga akan menjadi Pengangguran.
PROGRAM
PENCEGAHAN NARKOBA DI SEKOLAH
v Drugs Education
Drug education adalah
edukasi tentang bahaya penyalahgunaan narkoba, yang di rancang untuk
memberikan pengetahuan tentang narkoba, mengubah sikap terhadap penyalah gunaan
narkoba, serta perilaku menjauhi perbuatan penyalahgunaan narkoba. Contoh :
1.
Kampanye anti
narkoba,
2.
Penelitian bahaya
narkoba,
3.
Kunjungan ke panti
rehabilitasi
v Drugs Information
Drug information adalah kegiatan dengan memberikan
informasi yang benar tentang narkoba dan pencegahannya, sehingga siswa tidak
merasa asing dengan narkoba itu sendiri. Dengan memberikan informasi
tentang narkoba ini akan memungkinkan
siswa menerima dan memahami berbagai pengetahuan tentang narkoba.
Tujuan dari program drug information adalah memberikan bekal pengetahuan
yang benar tentang bahaya narkoba,
sehingga siswa memahami dampak negatifnya, dan tidak mudah tersugesti untuk
mencoba narkoba. Contoh :penyuluhan, pemutaran film, testimoni,pemberian bahan
bacaan tentang narkoba
v Provision Of Alternative Activity
provision of
alternative activities adalah memberikan aktivitas lain yang bermanfaat bagi
siswa dengan tujuan mengalihkan perhatian dan pikiran siswa dari narkoba
Contoh : Kegiatan keagamaan, Kegiatan ekstrakurikuler, Out bond, Rekreasi.
v Interventions
intervensi adalah
kegiatan campur tangan, dengan landasan sekolah mampu bertindak
bijaksana.Contoh:Razia, Pemeriksaan urine, Pengawasan, Alih tangan kasus pada
pihak yang kompeten.
Senin, 28 Maret 2022
BERPIKIR POSITIF
PENGERTIAN POSITIVE THINKING
Positive
thinking
adalah suatu sikap mental yang membuat kita berharap untuk mendapatkan hasil
yang baik, bahkan terbaik dan menguntungkan. Ciri-ciri positive thinking di
antaranya adalah selalu bersikap tenang, berpikir positif, tidak mudah
khawatir dan selalu berusaha untuk bersikap bijak dalam menghadapi ujian
kehidupan.Dengan kata lain, positive thinking artinya proses dalam
menciptakan pikiran yang baik dan mengubah energi positif menjadi suatu
kenyataan. Cara berpikir positif dapat memberikan rasa optimis
dalam menghadapi suatu keadaan yang mungkin tidak menyenangkan. Intinya,
kekuatan positive thinking dapat menciptakan kebahagiaan, kesehatan, serta
ketenangan lahir dan batin dalam menghadapi situasi apapun.
MANFAAT BERFIKIR POSITIF
1. Positive Thinking Membantu Mengatasi Stres.
Stres adalah salah satu
hal yang paling sulit untuk dihindari. Perubahan yang terjadi dengan sangat
cepat, kejadian yang datang tanpa sesuai harapan, atau kegagalan yang
menghampiri setelah berjuang habis-habisan, hal-hal tersebut dapat memicu timbulnya
perasaan stres dengan sangat cepat. Namun, positive thinking dapat menurunkan
bahkan menghilangkan perasaan stres yang datang menghampiri kehidupan
kita.Orang-orang dengan positive thinking akan berusaha sekuat tenaga untuk
berkonsentrasi terhadap penyelesaian masalah daripada menyesali keadaan
seakan-akan dirinya lah yang paling menderita. Orang-orang yang selalu positive
thinking, hidupnya akan selalu bahagia karena mereka tidak mempedulikan pikiran
negatif yang mencoba mengganggu pikiran mereka.
2.
Positive Thinking Membantu Kita Membina Hubungan Baik dengan
Sesama.Positive thinking akan membantu kita untuk terjauhkan dari perasaan
“baper” atau bawa perasaan yang ujung-ujungnya membuat kita menjadi pribadi
yang terlalu sensitif. Kenyataannya, tidak semua orang yang kita jumpai akan
bersikap ramah seperti apa yang kita lakukan kepada orang lain.Bisa saja saat
kita ingin berkenalan, orang tersebut terlihat cuek kepada kita. Namun, dengan
mempertahankan positive thinking dalam pikiran kita, semua faktor eksternal
yang dapat membuat hati dan perasaan menjadi sedih akan terlewatkan. Kita akan
lebih mudah membina hubungan baik dengan sesama, tanpa perasaan curiga
dan perasaan
negatif lainnya.
3.
Positive Thinking Membuat Kita Menjadi Lebih Percaya Diri.
Positive thinking akan
mendorong para individu untuk mencintai dan menghargai diri mereka apa adanya. Dengan begitu, mereka
akan menjadi individu yang lebih percaya diri, tanpa harus menjadi orang lain.
Positive thinking akan membuat setiap orang tersadar bahwa Tuhan menciptakan
mereka dengan kelemahan dan kelebihan yang berbeda satu sama lain, sehingga
mereka menjadi makhluk yang unik tanpa harus iri dan dengki dengan sesama.
4.
Positive Thinking Membuat Kita Menjadi Lebih Fokus dan Konsentrasi.
Menjaga dan mempertahankan
positive thinking dalam diri kita akan membuat kita tersadar bahwa setiap
permasalahan yang datang bukanlah akhir dari kehidupan ini. Semuanya tergantung
dengan bagaimana sikap kita dalam merespons atau menyikapi setiap permasalahan
yang ada.Positive thinking akan membimbing kita menjadi individu yang tidak
mudah khawatir atau ketakutan yang berlebih dalam menghadapi masalah. Dengan
begitu, positive thinking akan menjadikan kita sebagai individu yang lebih
fokus dan konsentrasi terhadap hal-hal penting.
5.
Positive Thinking Membantu Kita untuk Memiliki Kesehatan yang Lebih Baik.
Bukan hanya pikiran saja
yang menjadi lebih tenang, namun kesehatan juga akan stabil dan semakin
membaik. Fakta memiliki bukti-bukti bahwa para individu dengan positive
thinking yang kuat cenderung hidup lebih lama atau panjang umur, dibandingkan
mereka yang hidupnya selalu dihantui dengan negative thinking.
6.
Positive Thinking Membantu Kita Menjadi Lebih Sukses dalam Hidup.
Kegagalan? Bagi mereka dengan positive
thinking yang tinggi, kegagalan hanyalah pintu peluang kesuksesan lain atau
seperti “batu loncatan” untuk membawa mereka kepada kesuksesan yang diinginkan.
Orang-orang dengan positive thinking cenderung menjauhi kesedihan pada
kegagalan yang mereka alami. Namun, mereka akan fokus pada peluang-peluang emas
lainnya.
7.
Positive Thinking Membantu Kita untuk Memiliki Kehidupan yang Lebih
Bahagia.
Positive thinking dan
kebahagiaan seakan-akan menjadi satu paket yang tidak bisa dipisahkan. Sudah
menjadi rahasia umum, jika seseorang selalu berpikir positif, orang tersebut
cenderung merasa bahagia setiap saat. Layaknya hukum tarik-menarik, orang-orang
dengan positive thinking juga akan mendapatkan hal-hal positif yang
membahagiakan dalam hidupnya. Ketika individu berterima kasih dan bersyukur
atas semua hal yang dimilikinya, maka dirinya akan mendapatkan hal yang lebih
banyak lagi.
LANGKAH – LANGKAH AGAR
SELALU BERPIKIR POSITIF
– Jadilah optimis dan mengharapkan hasil yang
baik dalam segala situasi.
– Cari alasan untuk tersenyum lebih sering.
– Visualisasikan hanya apa yang Anda inginkan
terwujud
– Libatkan diri Anda dalam kegiatan rekreasi
menyenangkan.
– Baca dan kutipan yang inspirasional.
– Ikuti gaya hidup sehat. Olahraga setidaknya
tiga kali seminggu.
– Bergaulah dengan orang yang selau berpikir
positif.
Belajar berpikir positif
dapat kita lakukan dimana-mana, di setiap langkah kehidupan yang harus kita
lalui. Semakin kita mau belajar untuk berpikir positif dan tetap berusaha
berpikir positif, maka itu sama artinya kita telah mengembangkan kualitas diri
kita tanpa harus kita membuat kesalahan yang tidak perlu kita lakukan.
12 Tips untuk Membangun Sikap
Menjadi Lebih Positif, Antara Lain :
1.
Bersikap Optimis.
Orang yang pesimis itu fokus kepada yang negative
(seperti selalu melihat kekurangan pada diri maupun objek lain di luar
dirinya). Sedangkan yang optimis fokus memandang yang positif
(seperti selalu melihat kelebihan dan peluang keberhasilan pada diri maupun
objek lain di luar dirinya) Siapakan yang lebih baik cara pandangnya? Siapakah
yang lebih mungkin bahagia, lebih yakin dan lebih pasti?
2.
Menerima segalanya apa adanya
Ini tidaklah berarti bahwa
kamu menjadi tak semangat dan menyerah. Artinya kamu tidak mengeluh, merengek, dan
membenturkan kepalamu ke tembok ketika segalanya tidak beres. Sebenarnya
perilaku yang menjadikan kamu korban yang tiada berdaya (yang memakanmu itulah
yang menambah beban atas semangatmu). Terimalah segalanya apa adanya.
3.
Cepat pulih
Mengembangkan sikap –
sikap positif tidaklah berarti bahwa kamu tidak akan pernah mengalami
kepedihan, penderitaan, atau kekecewaan. Selain itu, mengembangkan sikap –
sikap positif tidaklah berarti kamu seharusnya mengabaikan masalah.
Masalahpun selalu mempunyai sisi sebaliknya. Kalau kamu gagal dalam ujian,
belajarlah lebih giat lagi atau cari pembimbing. Kalau kamu kehilangan teman, perbaikilah
persahabatan tersebut, atau mencari teman baru.
4.
Mind Set
Mulailah dengan menolak
hal – hal yang suram, sungginglah senyum. Kalau kamu melontarkan kata – kata
yang positif, pemikiran – pemikiran yang positif, dan perasaan – perasaan yang
positif, maka orang – orang (serta hal – hal) yang positif akan tertarik
kepadamu.
5.
Bersikap antusias.
Sambutlah setiap harinya
dengan semangat. Laksanakanlah tugas – tugasmu dengan penuh semangat. Semakin
kamu bersemangat, maka semakin orang – orang disekelilingmu punmerasa dan
bersikap demikian, “Semangatlah…..!”
6.
Lebih peka.
Kalau kamu lebih peka
terhadap masalah – masalah potensial, maka kamu bisa lebih siap menghadapinya
dan bahkan mengelak. Kamu juga bisa peka terhadap pengalaman – pengalaman
positif. Misal, bila kamu dengar pengumuman tentang uji coba tim atau klub
baru, maka catatlah waktu dan tempatnya dan berencanalah mengikutinya, kamu
akan memperoleh sesuatu hal yang baru.
7.
Humor.
Kalau kamu melakukan
sesuatu yang konyol (semua orangpun pernah) jangan melewatkan peluang untuk
menertawakan diri sendiri. Itulah salah Satu sukacita besar kehidupan. Kalau
kamu banyak tertawa, kamu akan sehat. Tawa itu mengeluarkan kimiawi tertentu
dalam tubuhmu yang merangsangmu dan dapat memebantumu bertumbuh dengan sehat. Humor
dan tertawa itu sehat.
8.
Sportif
Sportif artinya menerima
kekalahan dengan positif sambil tersenyum, menjabat tangan sang pemenang, tidak
menyalahkan orang lain atau keadaan atas kekalahan
itu. Sikap ini bisa memenangkan teman seandainyapun kamu tidak memenangkan
pertandingan atau kompetisinya. “Sportif” berarti pula tidak perlu mengejek
yang kalah ketika kamu menang.
9.
Rendah hati
Kalau kamu benar benar
berkepentingan terhadap sesame, mereka akan melihat kualitas baikmu
seandainyapun kamu tidak mengiklankannya. Mereka tidak akan merasa bahwa kamu
berusaha memanipulasi mereka, berbuatlah untuk sesama karena Tuhanmu
10.
Berpengharapan
Pengharapan mungkin
merupakan sikap positifmu yang terpenting dasar bagi segala sikap positif
lainnya. Apakah yang kamu harapkan? Apa sajakah impianmu?Apa sajakah ambisimu?
Maksudmu dalam kehidupan ini? Kalau kamu mau mempertimbangkan pertanyaan –
pertanyaan tersebut kamu sudah menjadi individu yang berpengharapan.
“Pengharapan adalah sesuatu yang bersayap – Yang hingga pada Jiwa – Dan
bersenandung tanpa kata – Dan tidak pernah berhenti – sama sekali
11.
Bersyukur
Senin, 07 Maret 2022
DISIPLIN DIRI
DISIPLIN DIRI
1. Pengertian Disiplin
Menurut Kamus Bahasa Indonesia disiplin adalah ketaatan, dan kepatuhan terhadap peraturan yang dilaksanakan atas kesadaran pribadi. Dengan demikian maka orang berdisiplin berarti orang yang dengan kesadaran sendiri taat dan patuh terhadap peraturan. Kedisiplinan berarti ketaatan atau kepatuhan seseorang terhadap peraturan perundang-undangan, kaidah, norma-norma dan hukum yang berlaku. Semua aturan dan tata tertib tentu mengandung nilai-nilai yang positif dan setiap orang dituntut untuk melaksanakannya dengan penuh disiplin.
Disiplin diri artinya, kepatuhan dan ketaatan terhadap apa yang telah ditentukan dan disepakati oleh dirinya sendiri misalnya. Disiplin menggunakan waktu, disiplin melaksanakan ibadah dan disiplin belajar atau kerja.
2. Memahami Disiplin
Dalam mengikuti kegiatan belajar di sekolah seorang siswa tidak akan lepas dari berbagai peraturan dan tata tertib yang diberlakukan di sekolahnya, dan setiap siswa dituntut untuk dapat berperilaku sesuai dengan aturan dan tata tertib yang yang berlaku di sekolahnya. Kepatuhan dan ketaatan siswa terhadap berbagai aturan dan tata tertib yang yang berlaku di sekolahnya itu disebut disiplin siswa. Sedangkan peraturan, tata tertib, dan berbagai ketentuan lainnya yang berupaya mengatur perilaku siswa disebut disiplin sekolah. Disiplin sekolah adalah usaha sekolah untuk memelihara perilaku siswa agar tidak menyimpang dan dapat mendorong siswa untuk berperilaku sesuai dengan norma, peraturan dan tata tertib yang berlaku di sekolah.
Adapun tujuan disiplin sekolah, adalah :
Memberi dukungan bagi terciptanya perilaku yang tidak menyimpang,
Mendorong siswa melakukan yang baik dan benar,
Membantu siswa memahami dan menyesuaikan diri dengan tuntutan lingkungannya dan menjauhi melakukan hal-hal yang dilarang oleh sekolah, dan
Siswa belajar hidup dengan kebiasaan-kebiasaan yang baik dan bermanfaat baginya serta lingkungannya.
3. Makna Disiplin Diri
Linda dan Richard Eyre dalam buku Mengajarkan Nilai-nilai Kepada Anak mengatakan bawah disiplin diri sendiri memiliki banyak makna, diantaranya :
Sanggup menggerakkan dan mengatur diri serta waktu sendiri
Remaja yang disiplin adalah remaja yang dapat menggerakkan dan mengatur dirinya sendiri tanpa diminta atau disuruh. Hal ini berlaku dalam mengatur waktu yang digunakan. Oleh karena itu, kita perlu mengatur waktu dengan baik dan mengisi semua waktu luang dengan aktivitas yang bermanfaat.
Sanggup Mengendalikan Emosi Sendiri
Emosi adalah keadaan serta reaksi psikologi dan fisiologi, seperti kegemberiaan, kesedihan, keharuan, kecintaan, kemarahan, dan keberanian yang bersifat subjektif (pribadi). Emosi dapat pula dikatakan sebagai luapan perasaan yang berkembang dan surut dalam waktu singkat.
Sanggup Mengendalikan Nafsu
Remaja yang dapat mengendalikan nafsu adalah remaja yang memiliki disiplin diri dan tahu batas. Disiplin diri dan tahu batas sama halnya dengan sekeping mata uang yang memiliki dua sisi. Satu sisi adalah disiplin, sedangkan sisi lainnya adalah tahu batas. Oleh karena itu, disiplin diri tidak terlepas dari pengetahuan mengenai batas-batas suatu prilaku. Ada lima hal yang dapat dilakukan untuk mengendalikan nafsu, seperti berikut :
Mempelajari teladan
Kita dapat meneladani sikap orangtua yang disiplin dan tahu batas.
Berhitung sampai sepuluh
Berhitunglah sampai sepuluh sebelum mengatakan atau berbuat sesuatu ketika kita sedang marah.
Buat dan Taatilah Jadwal
Jadwal harian dapat membantu kita mengingat dan mengatur waktu sejumlah aktivitas yang harus dilakukan.
Lebih sering menggunakan istilah “Disiplin” dan “Tahu Batas” dari biasanya. Semakin sering kita menggunakan kata disiplin dan tahu batas, kita akan semakin memahami istilah tersebut.
Buat “Kontrak”
Untuk menambah motivasi dalam disiplin, kita dapat membuat sasaran yang ingin kita capai. Selain itu, tetapkan juga ganjaran yang akan kita peroleh bila berhasil mencapai sasaran tersebut
Disiplin itu sulit
Kebiasaan yang kita lakukan akan menentukan masa depan kita. Kebiasaan yang baik akan menghasilkan sesuatu yang baik, begitupun sebaliknya, namun untuk membiasakan kebiasaan baik itu tidak mudah. Mengapa demikian ?
Manusia memiliki sifat – sifat mendasar seperti : cenderung bermalas -malasan, ingin hidup seenaknya mengikuti keinginan hatinya dan keinginan untuk melanggar peraturan – peraturan yang ada.
Kita selalu menganggap pekerjaan sebagai suatu kewajiban apapun beban yang harus dilakukan, bukan sebagai kesenangan.
Manusia cenderung cepat bosan jika melakukan kegiatan yang sama dalam jangka waktu lama
5. Kiat untuk Disiplin Diri
a. Terbiasa dengan jadwal.
Biasakan diri anda dengan jadwal dan kegiatan, jika tidak punya kegiatan, buatlah kegitan atau agenda anda sejelas mungkin, dan berfikirlah jika kegitan itu penting, meskipun hanya sebuah kegiatan
Bahagia.
Kekuatan bahagia juga berpengaruh terhadap kinerja diri anda untuk lebih aktif dan bersemangat.
Agenda
Seperti diatas tadi, buatlah agenda harian anda. Bagi yang masih sekolah membuat agenda sangatlah penting. Untuk menghilangkan kemalasan yang mungkin setiap hari muncul untuk seorang pelajar.
Rajin beribadah.
Ternyata rajin beribadah dapat membangkitkan semangat didalam diri kita. Dengan beribadah, ada waktu untuk anda beristirahat dan memikirkan apa yang akan anda lakukan selanjutnya.
Sugesti.
Jadikan sugesti menjadi teman imajinasi anda, dengan sugesti tersebut dorongan dari dalam diri anda menjadi lebih kuat. Sugesti bisa menjadi faktor penting yang membuat anda lebih disiplin.
Kerja tuntas
Selesaikan setiap agenda anda dengan hasil yang baik dan kerjakan hingga tuntas. Lakukan hingga anda terbiasa, dengan begitu kegiatan selanjutnya akan bisa lebih
Minggu, 27 Februari 2022
CARA BELAJAR EFEKTIF DAN EFISIEN
CARA BELAJAR EFEKTIF DAN EFISIEN
Belajar adalah
suatu aktivitas yang dilakukan secara sadar untuk mendapatkan sejumlah kesan
dari bahan yang telah dipelajari ( Bari Djamarah, 1994: 21). Menurut James O.
Wittaker belajar dapat didefinisikan sebagai proses dimana tingkah laku
ditimbulkan atau diubah melalui latihan atau pengalaman. sedangkan menurut
Cronbach belajar yang efektif adalah melalui penglaman. Dan menurut Howard L.
Kingsley belajar adalah proses dimana tingkah laku (dalam arti luas)
ditimbulkan atau diubah melalui praktek dan latihan (Dalyono, 2006: 104).
Belajar
dikatakan sebagai suatu proses karena perubahan tingkah laku yang terjadi
melalui suatu tahapan-tahapan yang pada akhirnya menjadi suatu hasil belajar.
Misalnya: Seorang anak yang ingin dapat berjalan, maka ia mulai dilatih oleh
orangtua, merangkak, berdiri,dituntun untuk mulai melangkah yang pada akhirnya
si anak bisa mulai berdiri dan mulai sedikit demi sedikit melangkahkan kakinya
dan kemudian ia mulai dapat berjalan dengan sempurna.
Demikian
juga bila seorang siswa ingin mengetahui,dapat serta memahami sesuatu dengan
baik maka ia harus melalui proses yang disebut proses belajar. Proses belajar
akan menghasilkan perubahan yang bersifat “Intensional
(disengaja)”,positif,aktif,efisien,efektif dan fungsional.
Faktor yang Mempengaruhi Hasil Belajar
Belajar itu
merupakan aktivitas fisik dan mental yang tidak berdiri sendiri, tetapi
keberhasilan belajar ditentukan oleh banyak faktor. Faktor-faktor itu bisa
berasal dari dalam diri sendiri (faktor Internal) dan faktor dari luar (faktor
eksternal). Faktor-faktor tersebut diantaranya :
a.
Kondisi internal
Kondisi
ini adalah kondisi yang berasal dari dalam diri siswa yang meliputi :
1. Fisik / Jasmaniah, artinya apabila secara umum
kondisi seseorang apabila dikatakan sehat,maka akan mempengaruhi aktivitas dan
hasil belajarnya. Misalnya : siswa kondisi sakit : secara tiba-tiba terjadi
sakit kepala,sakit perut, siswa sedang menjalani perawatan operasi,
amandel,jantung,paru-paru,kecelakaan lalu lintas sejenisnya
2. Psikis / Kejiwaan, artinya apabila kondisi
kejiwaan seseorang dalam belajar kurang stabil,maka akan mempengaruhi aktivitas
belajar dan hasil belajarnya. Misalnya : Siswa diliputi rasa ketakutan,
kecemasan, adanya konflik-konflik batin, diliputi rasa kekecewaan,serta
gangguan psikis lainnya.
3. Adanya Kemauan ( Niat ) yang muncul
dari daalam diri individu. Dan kemauan atau niat tersebut benar-benar tulus.
Maka akan mempengaruhi aktivitas belajar dan hasil belajarnya..Misalnya : Siswa
niat belajar dengan sungguh-sungguh karena belajar/ sekolah itu merupakan suatu
kebutuhan diri sendiri apabila ingin mencapai masa depan yang gemilang. Siswa
juga berniat bahwa : “saya harus menjadi orang yang sukses dan berhasil dalam
sekolah dan karir saya”. “Saya tidak boleh bermalas malasan dalam hidup ini,
saya harus bekerja keras”.
4. Kecerdasan ( IQ). Faktor kecerdasan (IQ) ini juga
sangat mempengaruhi aktivitas dan hasil belajar seseorang. Seseorang yang
dikategorikan mempunyai IQ Normal (100-110) menurut hasil psykhotes),maka ia
disimpulkan akan mampu mengikuti belajar di sekolah-sekolah umum dengan lancar,
selama ia tidak mengalami gangguan-gangguan lainnya.
Demikian juga apabila seseorang
mempunyai kecerdasan dibawah normal, tentunya akanmempengaruhi aktivitas dan
hasil belajar disekolah jika dibanding dengan seseorang yang berkecerdasan
normal.
5. Minat. Minat juga menentukan aktivitas dan
hasil belajar seseorang. Minat adalah tertarik yang kuat terhadap obyek
tertentu. Apabila seseorang dalam belajarnya sudah tidak mempunyai rasa
ketertarikan yang kuat terhadap obyek yang dipelajari tentunya aktivitas dan
hasil belajar yang dicapai juga tidak optimal. Demikian juga sebaliknya. Oleh
karena itu perlu seseorang terus menerus untuk belajar mencintai,menyenangi
suatu obyek belajar sehingga pada akhirnya mampu dengan seutuhnya tertarik yang
kuat dan mencintai dengan setulus-tulusnya obyek belajar tersebut, yang pada
akhirnya motivasi belajar semakin meningkat untuk mencapai keberhasilan dalam
belajarnya.
6. Motivasi. Motivasi adalah dorongan yang ada
dalam diri seseorang untuk mencapai suatu hasil tertentu / suatu perbuatan.
Motivasi bisa dikelompokkan menjadi dua, yaitu motivasi internal dan motivasi
eksternal. Motivasi Internal adalah dorongan yang muncul dari dalam diri
seseorang. Misalnya ; Belajar adalah suatu kebutuhan untuk masa depan, dan
sejenisnya. Sedangkan motivasi eksterinsik adalah dorongan yang dilakukan oleh
seseorang karena adanya faktor dari luar. Misalnya : Hadiah/Reward. Siswa akan
dapat hadiah apabila nilai hasil belajarnya di atas 80. Kedua motivasi tersebut
sudah dilaksanakan baik oleh orangtua,guru atau suatu lembaga. Alangkah baiknya
seseorang memiliki motivasi internal yang kuat, sehingga aktivitas dan hasil
belajar yang diharapkan dapat tercapai.
b.
Kondisi Eksternal
Kondisi
eksternal meliputi kondisi lingkungan di mana siswa berada. Kondisi lingkungan
adalah keadaan alam sekitar siswa yang mempengaruhi kegiatan belajarnya baik
lingkungan personal maupun lingkungan-lingkungan material (sarana prasarana).
Kondisi eksternal tersebut yaitu :
1. Sarana dan Prasarana
Sarana prasarana penunjang keberhasilan
belajar juga mempengaruhi aktivitas dan hasil belajar seseorang. Sarana dan
prasarana ini juga bisa dari siswa dan dari lembaga pendidikan. Misalnya di
rumah mempunyai sarana dan prasarana penunjang keberhasilan belajar, sedangkan
di sekolah sarana dan prasarana penunjang belajar juga lengkap, maka
kemungkinan untuk mencapai hasil belajar yang maksimal akan tercapai. Sarana
dan prasarana belajar misalnya ; buku-buku paket, buku catatan,ruang
laboratorium, komputer, laptop, conect internet (hotspot), dan sejenisnya
2.
Lingkungan
Sekitar
Lingkungan
dimana individu tinggal dan lingkungan bermain individu akan sangat
mempengaruhi aktivitas dan hasil belajar. Apabila lingkungan sekitar sangat
mendukung kemajuan individu,maka keberhasilan belajar dapat tercapai. Demikian
juga sebaliknya, termasuk didalamnya adalah lingkungan bermain dan kelompok
individu. Oleh sebab itu seseorang harus bijak dalam menyikapi dirinya untuk
hidup bermasyarakat, artinya mampu memilih mana yang bermanfaat dan mana yang
tidak.
Ada 3 hal yang mendukung terhadap cara
belajar efektif diantaranya :
1.
Belajar Mandiri
Yaitu sebuah konsep pembelajaran atas
inisiatif sendiri bukan belajar sendiri, kedua hal itu sangat berbeda artinya,
yang benar adalah belajar atas inisiatif diri sendiri karena dengan begitu diri
kita akan merasa teringat akan hal yang kita pelajari karena kita tertarik pada
hal tersebut. Cara ini adalah cara paling efektif untuk belajar sehingga kita
terus mengingatnya, tetapi cara ini juga sangat sulit karena butuh kemauan pada
dirinya sendiri. Dan kemauan itu tumbuh dengan sendirinya karena kebiasaan diri
orang tersebut.
2.
Media belajar
Media belajar adalah sebuah sarana kita
yang akan membantu kita dalam belajar karena kita tinggal membaca dari media
itu sehingga kita sudah tinggal memahami hal tersebut ini juga butuh kita cari
sesuai yang akan kita pelajari. Bentuk sumber belajar banyak diantaranya ;
buku, transparansi, film dengan topik tertentu, internet, dan sebagainya.
3. Strategi atau cara belajar
Strategi belajar
efektif sangat penting untuk mencapai presatasi belajar yang ingin dicapai.
Berikut adalah
beberapa strategi dalam belajar supaya efektif dan efisein, diantaranya :
Strategi
Belajar Efeketif dan Efisien
1.
Siapkan
buku-buku materi pelajaran yang akan dipelajari dan kumpulkan dengan rapi di
atas meja belajar.
2.
Mulailah
pelajari buku paket atau buku catatan untuk jam
pertama dan seterusnya
3.
Jangan
terlalu lama membaca buku pelajaran, uapayakan kira-kira 20 menit
4.
Pahami
setiap alenia materi yang dipelajari
5.
Catat
hal-hal yang penting dalam buku anda,jika belum dimengerti maka tanyakan pada
guru atau teman yang mengerti
6.
Untuk
pelajaran non eksakta ( yang tidak menggunakan rumus-rumus), cobalah sambil
berbicara sendiri layaknya seorang guru ketika berdiri di depan kelas. Hal itu
untuk menguji berapa persen anda menguasai materi yang baru dipelajari.
7.
Untuk
pelajaran eksakta (menggunakan rumus-rumus), upayakan anda tulis rumus-rumus
tersebut pada folio, karton manila dsb. Tempelkan/gantungkan pada tempat
belajarmu atau di kamarmu agar sering terlihat dan mudah untuk mengingatnya
8.
Kerjakan
latihan-latihan soal sebanyak-banyaknya dan catat temuan-temuan soal yang belum
dimengerti untuk ditanyakan kepada teman atau guru yang mengerti
9.
Seringlah
mendiskusikan atau menanyakan soal-soal atau materi pelajarnmu baik dengan
teman maupun bapak/ibu guru
10.
Upayakan
kelompok belajar kecil yang solid
Stevent
R. Covey dalam bukunya berjudul Seven
Habits of Highly Effective People, memaparkan tujuh langkah yang bisa
Anda kembangkan untuk mendapatkan belajar yang efektif.
1) Bertanggung jawab atas dirimu sendiri.
Merupakan tolok ukur sederhana Anda sudah berusaha menentukan sendiri prioritas, waktu, sumber-sumber terpercaya dalam mencapainya
2) Pusatkan
dirimu terhadap nilai dan prinsip yang kamu percaya.
Tentukan sendiri mana yang penting bagi dirimu.
Jangan biarkan teman atau orang lain mendikte kamu apa yang penting.
3)
Kerjakan
dahulu mana yang penting.
Kerjakanlah dulu prioritas yang telah Anda tentukan sendiri.
4)
Anggap dirimu berada dalam
situasi "co-opetition" (Bukan situasi "win-win" lagi).
"Co-opetition"
merupakan gabungan dari kata "cooperation" (kerja sama) dan
"competition" (persaingan). Jadi, selain sebagai teman yang
membantu dalam belajar bersama, anggaplah dia sebagai sainganmu juga dalam
kelas. Dengan begini, Anda akan selalu terpacu untuk melakukan yang
terbaik (do your best) di dalam kelas
5)
Pahami
orang lain, maka mereka akan memahamimu.
Banyaklah
belajar memahami orang lain, sehingga orang akan memahami Anda.
6)
Cari solusi
yang lebih baik.
Bila Anda tidak mengerti
bahan yang diajarkan pada hari ini, jangan hanya membaca ulang bahan
tersebut. Coba cara lainnya. Misalnya, diskusikan bahan tersebut
dengan guru, teman, kelompok belajar
7) Tantang
dirimu sendiri secara berkesinambungan.
Dengan cara ini, belajar akan terasa mengasyikkan, dan
mungkin kamu mendapatkan ide-ide yang cemerlang.
Seseorang
belajar dapat kita kategorikan seperti ini:
10% dari apa yang dibaca
20% dari apa yang didengar
30% dari apa yang dilihat
50% dari apa yang dilihat dan didengar
70% dari apa
yang dikatakan
90% dari apa yang dilakukan
